Jumat, 26 Juli 2013

'IDUL FITRI DAN KEUTAMAANNYA 
Oleh Syed Hasan Alatas



185. (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.
(Q.S.al-Baqarah:185)
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Lailaha illallahu, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Walillahilhamd.
Maha besar Allah ! Tidak ada tuhan melainkan Allah ! Dan kepada Allah tertuju segala puji dan syukur.
Gemuruh gema takbir dan tahmid menyambut 'Idul Fitri, satu syawal. Semenjak malamnya hingga paginya,tidak putus-putus kedengaran suara takbir, bersahut-sahutan, dimana-mana tempat didiami oleh ummat Islam. Besar kecil, tua muda dengan penuh perasaan riang gembira, mereka menuju tempt sholat, baik ke masjid atau tanah lapang, bersama-sama ingin menunaikan sholat "Idul Fitri.
Allahu Akbar,Allahu Akbar,Allahu Akbar Walillahilhamd.
'Idul Fitri, merupakan hari bahagia dan syukur bagi ummat Islam.
Allahu Akbar kalimah takbir untuk mengagungkan Allah s.w.t. Lailaha Illah kalimah tauhid untuk mengesakan Allah s.w.t. Walillahilhamd kalimah Tahmid untuk mensyukuri segala ni'mat, yang telah dianugerahkan Allah s.w.t.
Allahu Akbar,Allahu Akbar,Allahu Akbar,Walillahilhamd.
Allah berfirman yang maksudnya:
"Sesungguhnya kejadian langit dan bumi, pergantian malam dengan siang serta kapal berlayar di lautan, yang membawa benda-benda yang bermanfaat kepada manusia. Demikian pula air hujan yang Allah turunkan dari langit, yang dapat menghidupkan bumi setelah matinya, serta Ia membiakkan padanya berbagai jenis binatang. Demikian pula
pada peredaran angin dan awan yang terapung-apung diantara langit dan bumi.Sesungguhnya yang demikian itu menjadi tanda bukti kekuasaan Allah bagi kaum yang menggunakan akal fikiran."
(Q.s.al-Baqarah:164)
Tanda-tanda kekuasaan Allah berada dimana-mana baik pada diri manusia sendiri, pada tumbuh-tumbuhan, hewan dan alam raya.
Perhatikan bagaimana manusia terjadi,dari salah satu benih lelaki yang ratusan juta banyaknya bercantum dengan sel telur wanita, dari masa kemasa peringkat demi peringkat ia berkembang sehingga bentuk sempurna seorang manusia dengan berbagai kelengkapan tubuh, karena keadaan belumlah dapat lagi mulut untuk makan, namun demikian ia tetap hidup dengan memperoleh makanan melalui ibunya yang disalurkan menerusi tali pusatnya,siapakah yang mengaturkan semua ini pernah ayah dan ibu kita mengaturnya ?
Setelah manusia dilahirkan kedunia ini tubuhnya mengandung sistem tertentu yang mempunyai tugas yang berlainan, yaitu sistem  penghazaman, sistem pernapasan, sistem saraf, sistem pengaliran, sistem perkumuhan, sistem pembiakan, dan sebagainya, semuanya itu melaksanakan tugasnya masing-masing, siapakah yang memerintahkan mereka berbuat demikian?
Allahu Akbar,Allahu Akbar,Allahu Akbar Walillahilhamd.
Perhatikan pula berbagai jenis tumbuh-tumbuhan disekeliling kita, berbagai jenis hewan, perhatikan peredaran planet bumi, bulan, perhatikan bintang-bintang yang tak sanggup kita menghitung jumlahnya. Semua ini merupakan sebahagian dari tanda adanya Allah, adanya yang Maha pengatur yaitu Allah s.w.t.
Allahu Akbar,Allahu Akbar,Allahu Akbar Walillahilhamd.
'Idul Fitri juga merupakan hari bahagia,hari bermaaf-maafan sesama Insan yang tidak luput dari salah dan silap yang pernah dilakukan. Pada hari yang mulia ini jangan ragu-ragu untuk mengakui salah silap yang mungkin pernah kita lakukan kepada sesama saudara Islam. Mungkin ada perasaan hasad dengki, khianat, ataupun berbagai kejahatan dan penganiaayaan yang pernah kita lakukan pohonlah kemaafan,Insya-Allah dihari baik dan bulan baik ini mudah orang memaafkannya.
Kita teringat kembali kepada sabda Nabi s.a.w.yang bermaksud:
"Maukah kamu aku beri tahu tentang derajat yang lebih utama,
dari derajat sholat,puasa dan sedekah !Para sahabat menjawab:
Bahkan mau ! Rasulallah bersabda:"Mendamaikan antara dua orang yang berselisih, karena perselisihan antara dua manusia itulah yang membawa kehancuran."
                     (H.R.Abu Daud dan Termizi)
Allahu Akbar,Allahu Akbar,Allahu Akbar Walillahilhamd.
Sungguh banyak keutamaan yang terkandung dalam Idul Fitri, yang merupakan hari kemenangan bagi mereka yang menundukkan hawa nafsu yang biasanya susah dikendalikan,baik nafsu makan, minum, nafsu syahwat,dan berbagai nafsu lainnya. Idul Fitri hari bermaaf-maafan hari mempererat tali silaturrahim sesama keluarga dan masyarakat sekeliling sehingga seolah-olah kita lahir kembali dengan semangat baru,hidup baru sebagai orang yang beriman dan bertaqwa kepada Allah s.w.t.
Allahu Akbar'Allahu Akbar,Allahu Akbar Walillahilhamd.

FADLILAH SHALAT TARAWIH

FADILAH SHOLAT TARAWIH DI SETIAP MALAMNYA

Marhaban yaa Ramadhan. Alhamdulillah, Allah masih beri kita nikmat iman islam dan nikmat sehat panjang umur sehingga kita masih bisa bertemu dengan bulan Ramadhan di tahun ini.
.
Berikut ane share fadilah solat tarawih dari malam pertama sampai malam terakhir. Semoga dengan ini bisa menambah semangat kita dalam beribadah di bulan Ramadhan dalam hal ini solat tarawih.  Semoga bermanfaat :D
.
Hadits diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib R.A, suatu hari Rasullullah SAW ditanya oleh sahabatnya, tentang keistimewaan shalat tarawih pada bulan Ramadan. Maka Rasullullah SAW bersabda; Siapa yang melaksanakan shalat tarawih pada :
.
Pahala Sholat Tarawih Malam ke-1: Terlepaslah ia dari dosa-dosanya seperti ketika ia baru dilahirkan oleh ibunya.
 
Pahala Sholat Tarawih Malam ke-2 : Allah swt memberi pengampunan kepadanya dan kepada kedua orang tuanya jika keduanya mukmin (orang yang beriman)
 
Pahala Sholat Tarawih Malam ke-3 : Malaikat berseru dari bawah Arsy ; mulailah beramal semoga allah swt mengampuni dosa-dosamu yang telah lalu.
 
Pahala Sholat Tarawih Malam ke-4 : Mendapatkan pahala sama dengan pahala membaca Taurat, Injil, Zabur, dan Al-Furqon (al Quran)
 
Pahala Sholat Tarawih Malam ke-5 : Allah memberi pahala kepadanya seperti pahala orang yang shalat di Masjid Alharam (masjidil haram) di Makkah,masjid Nabawi di Madinah dan masjid Al Aqsha di Palestina.
 
Pahala Sholat Tarawih Malam ke-6 : Allah akan memberi pahala seperti pahala orang yang tawaf di-baitul mamur, dan batu-batu serta tanah liat memohonkan ampun untuknya. (subhanallah sungguh luar biasa, batu dan tanah yang kita injak selama ini,ternyata bisa memintakan ampunan kepada Allah untuk kita).
 
Pahala Sholat Tarawih Malam ke-7 : Seakan-akan dia berjumpa nabi Musa a.s kemudian menolongnya dari Kerajaan Firaun dan Hamman.
 
Pahala Sholat Tarawih Malam ke-8 : Allah memberikan kepadanya, apa yang pernah Allah berikan kepada Nabi Ibrahim a.s
 
Pahala Sholat Tarawih Malam ke-9 : Dia menjadi seperti seorang hamba Allah yang beribadah kepadanya seperti ibadahnya seorang nabi.
 
Pahala Sholat Tarawih Malam ke-10 : Allah memberikan anugerah kepadanya,berupa kebaikan dunia dan kebaikan akhirat.
 
Pahala Sholat Tarawih Malam ke-11 : Maka ia akan meninggal dunia dalam keadaan seperti bayi yang baru lahir (meninggal dengan tanpa membawa dosa /husnul khotimah)
 
Pahala Sholat Tarawih Malam ke-12 : Pada Hari Kiamat, Anda akan bangkit dengan muka cemerlang seperti bulan.
 
Pahala Sholat Tarawih Malam ke-13 : Pada Hari kiamat, Anda akan bebas dari ketakutan yang membuat manusia sedih.
 
Pahala Sholat Tarawih Malam ke-14 : Para malaikat memberi kesaksian shalat tarawih anda, dan Allah tidak menghisab anda lagi.
 
Pahala Sholat Tarawih Malam ke-15 : Anda akan menerima shalawat dari para malaikat, termasuk malaikat penjaga Arsy dan Kursi.
 
Pahala Sholat Tarawih Malam ke-16 : Anda akan mendapat tulisan “Selamat” dari Allah, anda bebas dari surga, dan lepas dari neraka.
 
Pahala Sholat Tarawih Malam ke-17 : Allah akan memberi pahala kepada anda sesuai pahala para nabi.
 
Pahala Sholat Tarawih Malam ke-18 : Malaikat akan memohon kepada Allah agar anda selalu mendapat restu.
 
Pahala Sholat Tarawih Malam ke-19 : Allah akan mengangkat derajat anda ke Firdaus (surga yang tinggi)
 
Pahala Sholat Tarawih Malam ke-20 : Diberikan pahala kepada anda sesuai pahala para syuhada dan shalihin.
 
Pahala Sholat Tarawih Malam ke-21 : Allah akan membuatkan sebuah bangunan dari cahaya untuk anda disurga.
 
Pahala Sholat Tarawih Malam ke-22 : Anda akan merasa aman dan bahagia pada hari kiamat, karena Anda terhindar dari rasa takut yang amat sangat.
 
Pahala Sholat Tarawih Malam ke-23 : Allah akan membuat sebuah kota untuk Anda di dalam surga.
 
Pahala Sholat Tarawih Malam ke-24 : Allah akan mengabulkan 24 permohonan Anda selagi Anda masih hidup di dunia.
 
Pahala Sholat Tarawih Malam ke-25 : Anda akan bebas dari siksa kubur.
 
Pahala Sholat Tarawih Malam ke-26 : Allah akan derajat amal kebaikan Anda sebagaimana derajat amal kebaikan Anda selama 40 tahun.
 
Pahala Sholat Tarawih Malam ke-27 : Anda akan secepat kilat bila melewati Siratalmustakim nanti.
 
Pahala Sholat Tarawih Malam ke-28 : Anda akan dinaikkan 1.000 kali oleh Allah di dalam surga kelak.
 
Pahala Sholat Tarawih Malam ke-29 : Allah akan memberi pahala kepada Anda seperti Anda menjalani ibadah haji 1.000 kali yang diterima Allah.
 
Pahala Sholat Tarawih Malam ke-30 : Allah menyuruh kepada Anda untuk memakan semua buah di surga, minum air kausar, mandi air salsabila (air surga), karena Allah Tuhan Anda, dan Anda hamba Allah yang setia

Rabu, 24 Juli 2013

Cara Cepat Mengubah File MS Word ke PDF

Sunday, 10 February 2013 | No Comments
word to pdf
Sobat ingin mengubah file Microsoft Word (.doc/.doct) ke PDF? Kalau iya, jangan nyari cara yang sulit misalnya dengan alat convert baik yang online maupun software. Lakukan dengan cara yang paling muda dan cepat. Sobat dapat melakukannya langsung dari perangkat MS Word sobat.
Penasaran, yuk kita simak caranya :
  1. Silahkan download di sini  perangkat tambahan bagi MS Word Sobat yakni SaveAsPDF.exe
  2. Install ke dalam computer sobat
  3. Langkah selanjutnya, saat sobat berada dalam file MS Word yang akan akan diubah ke PDF, silahkan klik icon office button (pojok kiri atas), kemudian pilih ‘save as’, lalu pilih ‘PDF’, beri nama file tersebut dan tentukan dimana sobat menyimpannya, kemudian tekan ‘publish’. Nah kini file yang sobat buat dalam MS Word bias keluar menjadi file berformat PDF (lihat gambar di atas). Mudah dan Cepat kan?
Indahnya berbagi, semoga tulisan Cara Cepat Mengubah File MS Word ke PDF ini bermamfaat. Sobat dapat mengcopi pasti tulisan ini dengan tetap menyertakan link saya ini, sykron

Minggu, 21 Juli 2013

ARTI SABAR DALAM ISLAM

Sabar menurut bahasa berarti menahan dan mengekang. Di antaranya disebutkan pada QS.Al-Kahfi [18]: 28 “Dan tahanlah dirimu bersama dengan orang-orang yang menyeru Rabbnya di pagi dan di senja hari dengan mengharap keridhaanNya, dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka.”
Kebalikan sabar adalah jaza’u (sedih dan keluh kesah), sebagaimana di dalam firman Allah QS. Ibrahim [14]: 21, “…sama saja bagi kita mengeluh ataukah bersabar. Sekali-kali kita tidak mempunyai tempat untuk melarikan diri.”
Macam-macam Sabar Dalam al-Qur’an
Aspek kesabaran sangat luas, lebih luas dari apa yang selama ini dipahami oleh orang mengenai kata sabar. Imam al-Ghazali berkata, “Bahwa sabar itu ada dua; pertama bersifat badani (fisik), seperti menanggung beban dengan badan, berupa pukulan yang berat atau sakit yang kronis. Yang kedua adalah al-shabru al-Nafsi (kesabaran moral) dari syahwat-syahwat naluri dan tuntutan-tuntutan hawa nafsu. Bentuk kesabaran ini (non fisik) beraneka macam, yaitu:
a) Jika berbentuk sabar (menahan) dari syahwat perut dan kemaluan disebut iffah
b) Jika di dalam musibah, secara singkat disebut sabar, kebalikannya adalah keluh kesah.
c) Jika sabar di dalam kondisi serba berkucukupan disebut mengendalikan nafsu, kebalikannya adalah kondisi yang disebut sombong (al-bathr)
d) Jika sabar di dalam peperangan dan pertempuran disebut syaja’ah (berani), kebalikannya adalah al-jubnu (pengecut
e) Jika sabar di dalam mengekang kemarahan disebut lemah lembut (al-hilmu), kebalikannya adalah tadzammur (emosional)
f) Jika sabar dalam menyimpan perkataan disebut katum (penyimpan rahasia)
g) Jika sabar dari kelebihan disebut zuhud, kebalikannya adalah al-hirshu (serakah)
Bentuk-Bentuk Kesabaran
1. Sabar dalam ketaatan kepada Allah. Merealisasikan ketaatan kepada Allah, membutuhkan kesabaran, karena secara tabiatnya, jiwa manusia enggan untuk beribadah dan berbuat ketaatan. Ditinjau dari penyebabnya, terdapat tiga hal yang menyebabkan insan sulit untuk sabar. Pertama karena malas, seperti dalam melakukan ibadah shalat. Kedua karena bakhil (kikir), seperti menunaikan zakat dan infaq. Ketiga karena keduanya, (malas dan kikir), seperti haji dan jihad.
Kemudian untuk dapat merealisasikan kesabaran dalam ketaatan kepada Allah diperlukan beberapa hal,
(1) Dalam kondisi sebelum melakukan ibadah berupa memperbaiki niat, yaitu kikhlasan. Ikhlas merupakan kesabaran menghadapi duri-duri riya’.
(2) Kondisi ketika melaksanakan ibadah, agar jangan sampai melupakan Allah di tengah melaksanakan ibadah tersebut, tidak malas dalam merealisasikan adab dan sunah-sunahnya.
(3) Kondisi ketika telah selesai melaksanakan ibadah, yaitu untuk tidak membicarakan ibadah yang telah dilakukannya supaya diketahui atau dipuji orang lain.
2. Sabar dalam meninggalkan kemaksiatan. Meninggalkan kemaksiatan juga membutuhkan kesabaran yang besar, terutama pada kemaksiatan yang sangat mudah untuk dilakukan, seperti ghibah (baca; ngerumpi), dusta, memandang sesuatu yang haram dsb. Karena kecendrungan jiwa insan, suka pada hal-hal yang buruk dan “menyenangkan”. Dan perbuatan maksiat identik dengan hal-hal yang “menyenangkan”.
3. Sabar dalam menghadapi ujian dan cobaan dari Allah, seperti mendapatkan musibah, baik yang bersifat materi ataupun inmateri; misalnya kehilangan harta, kehilangan orang yang dicintai dsb.
Aspek-Aspek Kesabaran sebagaimana yang Digambarkan dalam Hadits
1. Sabar terhadap musibah.
Sabar terhadap musibah merupakan aspek kesabaran yang paling sering dinasehatkan banyak orang. Karena sabar dalam aspek ini merupakan bentuk sabar yang Dalam sebuah hadits diriwayatkan, :
Dari Anas bin Malik ra, bahwa suatu ketika Rasulullah SAW melewati seorang wanita yang sedang menangis di dekat sebuah kuburan. Kemudian Rasulullah SAW bersabda, ‘Bertakwalah kepada Allah, dan bersabarlah.’ Wanita tersebut menjawab, ‘Menjauhlah dariku, karena sesungguhnya engkau tidak mengetahui dan tidak bisa merasakan musibah yang menimpaku.’ Kemudian diberitahukan kepada wanita tersebut, bahwa orang yang menegurnya tadi adalah Rasulullah SAW. Lalu ia mendatangi pintu Rasulullah SAW dan ia tidak mendapatkan penjaganya. Kemudian ia berkata kepada Rasulullah SAW, ‘(maaf) aku tadi tidak mengetahui engkau wahai Rasulullah SAW.’ Rasulullah bersabda, ‘Sesungguhnya sabar itu terdapat pada hentakan pertama.’ (HR. Bukhari Muslim)
2. Sabar ketika menghadapi musuh (dalam berjihad).
Dalam sebuah riwayat, Rasulullah bersabda : Dari Abu Hurairah ra berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘Janganlah kalian berangan-angan untuk menghadapi musuh. Namun jika kalian sudah menghadapinya maka bersabarlah (untuk menghadapinya).” HR. Muslim.
3. Sabar berjamaah, terhadap amir yang tidak disukai.
Dalam sebuah riwayat digambarkan; Dari Ibnu Abbas ra beliau meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, ‘Barang siapa yang melihat pada amir (pemimpinnya) sesuatu yang tidak disukainya, maka hendaklah ia bersabar. Karena siapa yang memisahkan diri dari jamaah satu jengkal, kemudian ia mati. Maka ia mati dalam kondisi kematian jahiliyah. (HR. Muslim)
4. Sabar terhadap jabatan & kedudukan.
Dalam sebuah riwayat digambarkan : Dari Usaid bin Hudhair bahwa seseorang dari kaum Anshar berkata kepada Rasulullah SAW; ‘Wahai Rasulullah, engkau mengangkat (memberi kedudukan) si Fulan, namun tidak mengangkat (memberi kedudukan kepadaku). Rasulullah SAW bersabda, Sesungguhnya kalian akan melihat setelahku ‘atsaratan’ (yaitu setiap orang menganggap lebih baik dari yang lainnya), maka bersabarlah kalian hingga kalian menemuiku pada telagaku (kelak). (HR. Turmudzi).
5. Sabar dalam kehidupan sosial dan interaksi dengan masyarakat.
Dalam sebuah hadits diriwayatkan, Rasulullah SAW bersabda, ‘Seorang muslim apabila ia berinteraksi dengan masyarakat serta bersabar terhadap dampak negatif mereka adalah lebih baik dari pada seorang muslim yang tidak berinteraksi dengan masyarakat serta tidak bersabar atas kenegatifan mereka. (HR. Turmudzi)
6. Sabar dalam kerasnya kehidupan dan himpitan ekonomi
Dalam sebuah riwayat digambarkan; ‘Dari Abdullah bin Umar ra berkata bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, ‘Barang siapa yang bersabar atas kesulitan dan himpitan kehidupannya, maka aku akan menjadi saksi atau pemberi syafaat baginya pada hari kiamat. (HR. Turmudzi).
Kiat-kiat Untuk Meningkatkan Kesabaran
1. Mengkikhlaskan niat kepada Allah SWT, bahwa ia semata-mata berbuat hanya untuk-Nya. Dengan adanya niatan seperti ini, akan sangat menunjang munculnya kesabaran kepada Allah SWT.
2. Memperbanyak tilawah (baca; membaca) al-Qur’an, baik pada pagi, siang, sore ataupun malam hari. Akan lebih optimal lagi manakala bacaan tersebut disertai perenungan dan pentadaburan makna-makna yang dikandungnya. Karena al-Qur’an merupakan obat bagi hati insan. Masuk dalam kategori ini juga dzikir kepada Allah.
3. Memperbanyak puasa sunnah. Karena puasa merupakan hal yang dapat mengurangi hawa nafsu terutama yang bersifat syahwati dengan lawan jenisnya. Puasa juga merupakan ibadah yang memang secara khusus dapat melatih kesabaran.
4. Mujahadatun Nafs, yaitu sebuah usaha yang dilakukan insan untuk berusaha secara giat dan maksimal guna mengalahkan keinginan-keinginan jiwa yang cenderung suka pada hal-hal negatif, seperti malas, marah, kikir, dsb.
5. Mengingat-ingat kembali tujuan hidup di dunia. Karena hal ini akan memacu insan untuk beramal secara sempurna. Sedangkan ketidaksabaran (isti’jal), memiliki prosentase yang cukup besar untuk menjadikan amalan seseorang tidak optimal. Apalagi jika merenungkan bahwa sesungguhnya Allah akan melihat “amalan” seseorang yang dilakukannya, dan bukan melihat pada hasilnya. (Lihat QS. 9 : 105)
6. Perlu mengadakan latihan-latihan untuk sabar secara pribadi. Seperti ketika sedang sendiri dalam rumah, hendaklah dilatih untuk beramal ibadah dari pada menyaksikan televisi misalnya. Kemudian melatih diri untuk menyisihkan sebagian rezeki untuk infaq fi sabilillah, dsb.
7. Membaca-baca kisah-kisah kesabaran para sahabat, tabi’in maupun tokoh-tokoh Islam lainnya. Karena hal ini juga akan menanamkan keteladanan yang patut dicontoh dalam kehidupan nyata di dunia.
Pentingnya Kesabaran
Agama tidak akan tegak, dan dunia tidak akan bangkit kecuali dengan sabar. Sabar adalah kebutuhan duniawi keagamaan. Tidak akan tercapai kemenangan di dunia dan kebahagaiaan di akhirat kecuali dengan sabar.
Al-Qur’an telah mengisyaratkan pentingnya kesabaran ini. Ketika mengyinggung masalah penciptaan manusia dan cobaan penderitaan yang akan dihadapinya. Dalam surat Al-Insaan [76]: 2 “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang tercampur yang Kami hendak mengujinya )dengan perintah dan larangan)”.
Pentingnya Kesabaran Bagi Orang Beriman.
Sudah menjadi sunnatulah bahwa kaum muslimin harus berhadapan dengan para musuhnya yang jahat yang membuat makar dan tipu daya. Seperti Allah menciptakan Iblis untuk Adam; Namrud untuk Ibrahim; Fir’aun untuk Musa dan Abu Jahal untuk Muhammad saw.
Dalam Surat al-Ankabut [29]]: 1-3 “Ali Laam Miim. Apakah manusia mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan; kami telah beriman, padahal mereka belum diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya dia mengetahui orang-orang yang dusta.

Jumat, 19 Juli 2013

ARTI SEHAT WAL 'AFIYAT

Pengertian Sehat Wal Afiat

Berbicara tentang penyembuhan, pasti berhubungan dengan konsep sehat.
Dalam bahasa agama (Islam) disamping kata sehat (shihhat) juga
digunakan kata `afiat, yang dalam bahasa Indonesia kemudian disambung
menjadi sehat wal-afiat. Jika kata shihhat (sehat) berhubungan dengan
fungsi, maka kata `afiat berhubungan dengan maksud penciptaan. Mata
yang sehat adalah mata yang bisa digunakan untuk melihat/membaca
tanpa memerlukan alat bantu (fungsional), sedangkan mata yang afiat
sesuai dengan maksud penciptaannya adalah mata yang mudah digunakan
untuk melihat sesuatu yang halal tetapi tidak mau digunakan untuk
melihat sesuatu yang diharamkan (nilai).

Telinga yang sehat adalah yang fungsi pendengarannya berjalan, sedang
telinga yang afiat adalah yang selalu terbuka terhadap kata-kata
kebenaran tetapi tuli terhadap bisikan yang menyesatkan. Demikianlah
makna sehat dan afiat bagi hidung, tangan, kaki hingga kepada organ
yang paling vital. Jika bidang kesehatan merupakan urusan dunia
kedokteran, maka bidang keafiatan merupakan urusan dunia nilai, dunia
spiritual.

Wassalam,

ARTI RAHMAT

Memahami Rahmat Allah SWT

....
Assalamu’alaikum Wr,Wb
Sahabatku apa kabar hari ini? semoga Allah senantiasa selalu bersama kita. Hari ini tepat nya di jam 10.19 WIB saya mendapatkan sms dari salah satu teman saya yang isi sms itu adalah ia bertanya tentang Rahmat Allah SWT untuk hamba-hamba nya, oleh sebab itu hari ini kita bahas tentang Rahmat Allah yang begitu luas.
Pengertian Rahmat Allah itu luas tergantun kita memahaminya seperti apa, tapi kalo menurut saya Rahmat Allah itu adalah suatu pemberian dari Allah berdasarkan kasih sayang-Nya terhadap kita sebagai hamba-hamba-Nya. Rahmat Allah itu banyak sekali beberapa contoh nya:
  1. Kesedihan/Masalah yang dihadapi
    kenapa demikian? karena Mungkin sudah banyak orang yang mengerti namun tidak sedikit juga orang yang tak mengerti dan ada pula orang yang mengerti tapi tak mengerti. Orang yang mengerti sudah jelas dia akan tetap tersenyum meski pahit yang di terima,dia akan terus tetap bersyukur meski yang di terima/di dapat tidak sesuai dengan yang dia harap
    kenapa demikian? Itu semua karena dia tahu bahwa yang tahu terbaik untuknya hanyalah Allah Azza Wa Jalla dan Allah dengan masalah yang kita hadapi akan meninggikan derajat kita di sisi-Nya.
  2. HujanSeperti firman allah :
    الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ مَهْدًا وَجَعَلَ لَكُمْ فِيهَا سُبُلًا لَّعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ
    “Dan yang menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan) lalu kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati, seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari dalam kubur).” (QS. Az-Zukhruf : 11)
  3. Al-Qur’anseperti yang Allah firmankan : “Dan Kami menurunkan dari Al Qur’an itu sesuatu yang berupa Rahmat bagi orang-orang mukmin, Namun Al Qur’an itu tidak memberi nilai tambah bagi orang-orang yang dzalim kecuali kerugian”
    (Al Isro : 82)
Ayat-ayat al-Quran dan Hadis-hadis Ahlulbait as, menginformasikan kepada kita bahwa dosa yang menyelimuti diri kita, baik yang tampak maupun yang tersembunyi, merupakan sebuah penyakit yang diderita oleh manusia. Dan penyakit tersebut tentunya dapat diobati dan dapat berada dalam naungan rahmat dan pengampunan Allah Swt. Orang-orang yang berdosa harus berusaha semaksimal mungkin  untuk mengeluarkan dirinya dari lubang berbahaya ini, dan mereka harus mempunyai harapan bahwa Allah Swt akan mengampuni dosa hamba-hambanya yang bertaubat. Dengan bersandar kepada harapan positif ini, mereka harus tobat dengan sungguh-sungguh dan kembali kepada Allah Swt, serta mengganti kesalahan yang telah ia perbuat. Manusia mampu melakukan hal ini. Bahkan, aksi tobat dan kembali kepada Allah serta mengganti kesalahan yang telah diperbuat, merupakan sebuah kewajiban. Dan sebaliknya, kelemahan tekad dan sikap putus asa atas rahmat dan ampunan Allah Swt, adalah haram dan sama dengan kekafiran.
Terkait hal ini, Allah Swt dalam al-Quran, berfirman,
يا بَنِيَّ اذْهَبُوا فَتَحَسَّسُوا مِنْ يُوسُفَ وَ أَخيهِ وَلا تَيْأَسُوا مِنْ رَوْحِ اللهِ إِنَّهُ لا يَيْأَسُ مِنْ رَوْحِ اللهِ إِلاَّ الْقَوْمُ الْكافِرُونَ
“Hai anak-anakku, pergilah kamu, carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya, dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.” (QS. Yusuf : 87)
Tentu saja, seseorang yang berharap meraih ampunan dan rahmat Allah Swt, harus melakukan hal-hal penunjang yang dapat mewujudkan harapan tersebut, seperti penyesalan yang sungguh-sungguh atas segala dosa, meninggalkan dosa, mengganti kesalahan yang telah diperbuat, mengembalikan hak orang-orang yang telah diambil, menunaikan ibadah-ibadah yang telah ditinggalkan, dan memperbaiki tingkah laku.
munkin itu yang saya sampaikan tentang Rahmat Allah, sedikit penjelasan saya tentang rahmat Allah, masih banyak lagi yang kita harus pahami tentang rahmat Allah .. yang jelas kita harus pandai bersyukur apapun nikmat yang Allah kasih buat kita. Terimakasih.